embun di cerobong
sebelum menguap di hembus bayu
terpekur
bukan sekali. tetapi setiap larut dalam alam fikirnya, pengembara membisikkan atau menggoreskan doa di antara gulma yang menguning -- tertindih kemarau -- ingin ia terpekur dalam rahim sang ibu. disebutnya bumi tempatnya membaring sebagai ibu. tempatnya bertutur dalam siang dan malam. meski, kedua jendela waktu itu tak dikenalnya. "semuanya sama. terlihat gelap," tulisnya di samping gores-gores doa sebelumnya.
--- goresan ilalang di Medan. Mei 7, 2011.
larut di hening
adalah mata. yang membuatku larut dalam hening.
dan tatap yang terantuk dari dinding kaca, sedikit terusik jejak gerimis.
terpisahkan sementara, dialog tak bertutur, saat roda berdecit menggesek rel kereta.
-- goresan puisi Ilalang. Medan | Mei 5, 2011.
semerbak alam
kembali tenggelam dalam lautan kata
dimana, masih teguh berdiri bunga yang bersemi di bibir tebing
memantulkan cercah surya dari embun terakhir pagi ini
dan sukmaku pun melayang dengan sayap patahnya, menghirup harum alam.
ibu
ibu, maafkan putramu. lidahku masih kelu menuturkan puisi: menghaturkan terima kasih atas cintamu.
kata bijak
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya.
(entah siapa penciptanya).
Medan, kini?
Rupanya perubahan tata ruang kota dapat terjadi karena terjadinya perubahan pemerintahan dan waktu.
Apa yang direncanakan oleh perencana kota pada satu waktu tertentu tidak bersifat abadi.
Secara evolusi ia mengalami perubahan.
(Bachtiar Hasan Miraza)
alasan
manusia - sejak lahirnya, kini berdiri dan akan kembali pada rahim bumi - memiliki satu pijakan yang selalu membantunya tegak: alasan.
semu
mengerling kesempurnaan. dirimu.
bait puji terdampar beku,
di depan pintu realistis.
terkuak sedikit, namun enggan menyisakan cahya
agar sadar bersandar kembali di buminya.
--- digoreskan Ilalang, Selasa. April 5, 2011.
memuji
sisi 'lain' dalam ruang ego mengetuk relung serupa bandul yang memutar searah, tiap kali ia berbisik memuji indahnya helaian rambutmu. menari-nari digamit bayu.
jari-jari asaku mencari-cari jarum waktu. menghentikannya.
sementara, degup hati kian mengiang, tenggelam dalam binar mata itu.
--- digoreskan Ilalang pada Jumat. Maret 18, 2011.




