gugur, bukan ...
fall is the season. jatuh atau gugur. diantara bilah cahaya, ada jua gelap yang memeluk.
kita, kamu dan aku. saat ini gugur merujuk jejak musim.
kutipan menggugah
"Batas bahasaku adalah batas duniaku."
--- Ludwig Wittgenstein.
hembus
curah embun menitik di bibir kaku,
usapan desir pagi sesayup berdecit tersayat daun buluh.
tak lama kukatupkan mata dari malam berbintang.
dan tubuh ku masih tercangkung dipangku dahan.
ah, biarlah ku acuhkan pinta yang mengharapkan sukma tersadar.
tak juga, surya yang mengufukkan hangatnya.
lapangan
"Lapangan, tampaknya, bukan sekadar ruang yang terbentang horizontal. Lapangan adalah sebuah endapan sejarah politik yang tak selamanya teringat. Sejak ia dikonstruksikan.”
--- ditulis oleh Goenawan Mohamad.
salju
jejakku masih menyisakan pasir lengas kelam
setitik noktah sinonimitas memalu ruas-ruas buku kenangan
pendar binar menyilaukan
tak jua menutup sisi lain, lebih menikam dari bara
mendengar lenguh helaku
terngiang tuturan pilu ranting pepohonan:
"Salju, dirimu adalah selimut ajaib
menutup aibku dengan dingin dan putihmu."
--- digoreskan Ilalang pada Sabtu. Februari 5, 2011.
ambruk
ada kalanya aku letih dan menyerah,
sayap sukmaku tak kuasa membendung taifun aral.
meredupkan suluh asa,
hingga cercah gerimis jatuh dan memeluk nyala.
--- digoreskan Ilalang: Januari 29, 2010.
cemburu
menelisik jejak luka hempasan ilalang
hingga jenuh berbaring di atas jeda kenangan
dan berpaling dari sorot surya. pada malam dan bintang, aku menengadah
bertanya: mengapa cemburu jua yang terakhir hadir? setidaknya, beri jarum waktu untuk kugoreskan pengharapan,
kebahagiannmu dan dirinya. -- digoreskan oleh Ilalang, di Medan, pada 26 Januari 2010.
hingga jenuh berbaring di atas jeda kenangan
dan berpaling dari sorot surya. pada malam dan bintang, aku menengadah
bertanya: mengapa cemburu jua yang terakhir hadir? setidaknya, beri jarum waktu untuk kugoreskan pengharapan,
kebahagiannmu dan dirinya. -- digoreskan oleh Ilalang, di Medan, pada 26 Januari 2010.
menanti
sendu menindih himpitan jeda waktu,
menggumamkan sapa yang layak berderet dibelakang bibir
ada kalanya, di saat seperti ini, iri dengan bungkam batu
di pinggir rel;
pelukan lengas surya dan riuh hujan tak pernah digubrisnya.
--- goresan Ilalang: Januari 12, 2011.
luluh
pandang kita terantuk di antara gelas kaca,
kulukis kembali bias kerjap mata direbahi helai rambutmu.
asaku laksana air dalam gelas ini.
menembus dinding kaca padat, wujud uap yang melaungkan hangat
di gurat senyum-mu.
--- goresan Ilalang: Januari 10, 2011.
kerinduan
di antara bilah-bilah waktu, terselip rindu:
menghirup hela udara pagi. dan hening
terdengar suruk awan dibelah pegunungan.
-- Goresan ilalang: Desember 23, 2010.




