Ayah

percik memecah kala gerimis menggores-gores bumi
malam dan dingin memeluk raga, menggiring lengan kenang

sesekali aku berhenti di lorong sadar, dan menghembuskan uap jenuh

di hela jeda, kubisikkan selarik pinta: Ayah, aku merindukanmu.

Meta
Share
Sites I Like