Ibu...

Tatkala kain usang disingkap
Lamat-lamat wanita itu (kembali) menatap
si anak dalam pangkuan

Dihirupnya kening, pipi, hingga bibir
Berbaur-baur bersama polusi, sampah busuk, dan barang dagangan
di tengah pasar

Anakku, lirihnya
dan menahan geli melihat gelinjang kaki
dan binar matanya

"Bermaknanya hidupku,
menantikanmu memanggil aku “ibu”
dan menghembuskan nafas terakhirku di baringanmu."

Media_httpabanghyuidf_bdypj

-- Goresan ilalang: April 1, 2010.
Meta
Share
Sites I Like