larut di hening
adalah mata. yang membuatku larut dalam hening.
dan tatap yang terantuk dari dinding kaca, sedikit terusik jejak gerimis.
terpisahkan sementara, dialog tak bertutur, saat roda berdecit menggesek rel kereta.
-- goresan puisi Ilalang. Medan | Mei 5, 2011.

Ananta Bangun