maaf
Ilalang,
Aku memohon maafmu
Bila penantian menjadi jeda yang tak terhingga.
Menanti, bukan adegan yang kita hendaki
Sebab kebisuan lah menjadi jawaban bertutur.
Seribu tanya yang dulu digurat dalam helai berduri
telah kupendam di rahim bumi
Tak perlu ia membaca luka dan juga terluka.
Benar, jarum gerimis masih mengusik debu ragu
cercah jawaban yang mengisi kesesakan ini.
Tetapi biarkan saja ia turut menanti.
Ilalang,
Aku memohon maafmu
Bila heningmu terusik oleh tanya ia.
Sebab kebisuan lah menjadi jawaban bertutur.
Tentu, aku akan kembali
Bukan membawa jawab ataupun tanya.
Ini, penantian, bukan kita hendaki.


Ananta Bangun